<strong>BERITAOKE.id -</strong> Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat melakukan buka Puasa bersama di bulan Ramadan 1444 hijriyah belum lama ini. Buka puasa digelar di Hotel Millenium itu dilaksanakan secara terbatas pengurus harian SMSI Pusat, PIC Dewan Pakar dan PIC Dewan Penasehat. Terlihat hadir, Firdaus Ketua Umum, H. M. Nasir Sekretaris Jenderal, Yono Hartono Wakil Ketua Umum, Syarif Ketua Bid. Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga, Hersubeno Arif Sekretaris Dewan Pakar, Ervik Arisusanto, dan Hendry Ch Bangun Penasehat dan beberapa staf Departemen. Pada kesempatan itu Ketum SMSI Pusat menyampaikan perlunya melakukan kajian tentang rencana perubahan UU ITE secara cermat. Menurutnya dipandang perlu SMSI harus turut serta memperingati hari kemerdekaan Pers Dunia yang jatuh pada 3 Mei mendatang.<!--nextpage--> H. M. Nasir menjelaskan, SMSI dimana sejak tahun 2020 telah menetapkan kebijakan terkait prioritas program mewajibkan seluruh lapisan pengurus SMSI dari pusat hingga kabupaten dan kota untuk melakukan pendataan anggota. "Hasil pendataan tersebut nanti kita sampaikan kepada Dewan Pers secepatnya," ujar M Nasir. Sementara itu Yono Hartono menambahkan, tentang hasil rakernas pada rakernas bulan Maret yang lalu, keputusan Rakernas SMSI menolak menjadikan verifikasi media sebagai salah satu poin dalam perpres. "Ya sehingga keputusan itu juga wajib diikuti oleh pengurus SMSI Provinsi, Kabupaten dan kota," terang Waketum SMSI ini. Yono Hartono, menjelaskan, "Jika ada Pergub, Perbub atau Perwal yang mensyaratkan verifikasi sebagai syarat untuk kerjasama, maka peraturan tersebut patut dicermati dan kami minta pengurus SMSI memberikan arahan kepada anggota yang keberatan untuk dapat menempuh jalur hukum," tandasnya.<!--nextpage--> Dan pernyataan Yono Hartono dalam momentum buka puasa bersama tersebut turut diamini oleh Hendry Ch Bangun dan Hersubeno Arif.**