Informasi dihimpun, kerusakan itu terjadi pada tembok pondasi penahan jembatan yang tergerus air, mengakibatkan putusnya salah satu tali kawat seling baja penahan alas jembatan yang terbuat dari besi. Namun karena salah satu tali kawat seling baja masih terikat, sehingga alas jembatan tersebut yang dijadikan pegangan saat melintas.
Karena vitalnya fungsi jembatan, kini kedua desa, Desa Neglasari Kecamatan Lengkong dan Desa Bantarpanjang Kecamatan Jampangtengah sudah melakukan musyawarah untuk mencari solusinya. Hal itu dibenarkan ketua BPD Desa Neglasari Kecamatan Lengkong, Asri Suardi saat dikonfirmasi awak media.
Disampaikan Asri, untuk memperbaiki jembatan tersebut kedua pemdes akan bekerjasama dan mengadakan iuran untuk pembelian materialnya, dan kini sudah mulai progres pemesan barang.
Sementara Camat Lengkong Ade Richman, S.Ag yang dihubungi melalui teleponnya mengatakan, rusaknya jembatan gantung tersebut akibat musibah banjir pada 29 Juni 2024. Saat itu dirinya pun meninjau langsung ke lokasi. Kata dia, jembatan gantung tersebut biasa dilalui pelajar asal Kampung Cigirang yang bersekolah di Kampung Panyumputan Desa Bantarpanjang.
























