“Kita berkumpul di majid dalam peringatan Maulid Nabi ini untuk kembali merenungi hikmah di balik kelahiran Rasulullah. Tahukah Ibu-ibu sekalian,? Ternyata gambaran Nabi Muhammad juga sudah disebutkan dalam kitab Taurat dan Injil. Siapa pun yang mengikuti petunjuk beliau menjadi orang-orang beruntung,” terang KH Iim Abdul Karim dalam tausiyahnya.
Lanjutnya, bagi umat Islam, perayaan Maulid Nabi dilakukan sebagai bentuk kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah. Maulid Nabi biasanya dirayakan di negara-negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, termasuk Indonesia.
“Nabi Muhammad merupakan utusan Allah yang terakhir. Dari beliau pula, Allah menetapkan ajaran Islam telah turun secara sempurna. Beliau mewasiatkan kepada kita semua untuk berpegang pada Al Quran dan Sunnah agar selamat mengarungi kehidupan di dunia dan akhirat,” jelasnya.
























