Oleh sebab itu kata A Haji Iim, sapaan akrabnya, kita sangat bahagia dengan mengingat kembali saat Allah menurunkan beliau di muka Bumi ini melalui rahim ibunda Siti Aminah. Nabi Muhammad dilahirkan pada hari Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau 571 Masehi.
KH Iim menguraikan melalui riwayat, kelahiran beliau ternyata sudah disebutkan oleh nabi terdahulu. Nabi Isa bahkan mengatakan pada kaum Bani Israil mengenai kedatangan Rasul masa depan bernama Muhammad. Seperti difirmankan Allah dalam surah Ash Shaf:
وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًاۢ بِرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗٓ اَحْمَدُۗ
Bahkan, ahli tafsir Al Quran, Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa saat itu Nabi Isa berdiri di antara kaumnya. Dia menyampaikan kabar gembira tentang datangnya Rasul bernama Ahmad (Muhammad) sebagai penutup nabi dan rasul. Setelah kedatangannya, tidak ada lagi risalah dan nubuwwah.

























