<strong><a href="https://beritaoke.id/">BERITAOKE.id</a> -</strong> Dari ratusan pemimpin berdaya yang ikut Misi Belajar oleh Yayasan Guru Belajar, Edi Gunawan, yang beralamat Curugkembar Sukabumi, beliau anggota Jaringan Sekolah Madrasah Belajar (JSMB) yang juga sebagai Kepala MTs Al Muthiyah Sukabumi, lolos menjadi narasumber nasional Puncak Temu Pendidik Nusantara (TPN) XI di Jakarta pada Sabtu (2/10/2024). Sebagai guru pemimpin pendidikan berdaya, Edi Gunawan hadir di panggung Puncak TPN XI dengan membawa praktik baik mengenai memimpin dengan hati membangun ekosistem berdaya topik Evaluasi dan Pemantauan pencapian Visi Misi Sekolah. Praktik baik tersebut berhasil menarik perhatian para peserta karena menyajikan solusi praktis bagi tantangan pendidikan yang dihadapi sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, Edi Gunawan menyampaikan pentingnya Visi dan misi adalah kompas yang menentukan identitas sekolah.<!--nextpage--> Parameter kesuksesan harus spesifik, seperti moral siswa dan keterlibatan orang tua; Evaluasi berkala melibatkan guru, siswa, dan orang tua sebagai pemangku kepentingan; Memantau kegiatan yang mendukung visi misi, seperti program karakter,minat,bakat dan akademik; Menggunakan SOP dalam setiap program untuk menjaga konsistensi dan ketercapaian program sekolah; Guru berkomunitas dalam belajar menjadi cara jitu yang menunjukkan dampak positif visi misi dapat dicapai dengan baik; Evaluasi yang konsisten memastikan visi misi sekolah terasa hidup tetap relevan dan nyata. Edi Gunawan mengaku bangga bisa menjadi satu dari lima belas pembicara Kelas Penggerak terpilih se-nusantara. Menurutnya, menjadi pembicara di Puncak TPN XI memberikan pengalaman yang baru karena berbagi inspirasi dan solusi untuk sesama guru dari berbagai daerah.<!--nextpage--> saya sangat berharap setiap peserta yang hadir mampu menerjemaahkan praktik baik ini di sekolahnya masing-masing sehingga semakin banyak sekolah yang bertumbuh dalam membangun ekosistem pendidikan yang merdeka berdaya dalam kondisi apapun karena yang terpenting komitmen menjaga kesepakatan Standard Operating Procedure yang berpihak pada murid dan guru. Maman Basyaiban, ketua penyelenggara TPN, menyampaikan apresiasinya pada para guru yang berani mengambil tantangan untuk berbagi praktik baik di Kelas Penggerak. “Keterlibatan aktif para guru dengan berbagi praktik baiknya ini tidak hanya memperkaya “cara” yang bisa digunakan guru lain, tapi juga menunjukkan bahwa ada urgensi untuk percaya suara guru bisa menjadi solusi terhadap tantangan pendidikan,” kata Maman. “Kami di TPN percaya bahwa guru layak menjadi narasumber, guru bisa belajar dari guru lainnya, suara guru tidak hanya didengarkan tapi juga dipercaya” tambahnya dengan nada optimis.<!--nextpage--> Maman berharap budaya cara belajar dari sesama guru yang sudah ada sejak pertama kali TPN diadakan pada tahun 2014, terus berkembang dan mengakar dalam ekosistem pendidikan, pungkasnya (*/iak)