“Saya ingin ke depannya, cukup pakai KTP Sukabumi, masyarakat sudah bisa dilayani maksimal di rumah sakit. Kita ingin pengobatan gratis dan pelayanan yang baik, tanpa diskriminasi,” tambahnya.
H Andreas menegaskan, Pemkab Sukabumi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan HIPMA dan elemen pemuda lainnya menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
“Kami butuh pengawasan dari teman-teman pemuda di desa-desa, mulai dari penganggaran hingga pelayanan publik. Kalau ingin berbakti, ayo kita berbakti sungguhan, jangan hanya pencitraan,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya dunia pendidikan dalam membentuk akhlak dan karakter generasi muda. Hal tersebut merupakan fondasi utama yang harus terus didorong agar Sukabumi memiliki sumber daya manusia yang maju unggul berbudaya dan berkah.


























