“Kehadiran kita di pentas global bukan hanya untuk menyuarakan kepentingan nasional, tetapi juga untuk membawa gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi dunia,” ujar Andreas mengutip sambutan tersebut. “Di tengah ketidakpastian global, Indonesia tampil sebagai jembatan dialog yang mampu menyatukan kepentingan berbagai pihak.” jelasnya.
Lebih lanjut, dalam sambutan itu disampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah menapaki jalur pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menekankan keadilan dan pemerataan. Pemerintah berupaya memastikan pembangunan yang inklusif dan berpihak kepada rakyat.
“Dalam 150 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dan Kabinet Merah Putih, langkah-langkah konkrit dilakukan dari hal-hal paling mendasar, mulai dari kebutuhan sehari-hari masyarakat,” terangnya.


























