“Semoga Fathiyyah Zahra Abdul Karim senantiasa diberikan kemudahan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an, diberikan kesehatan, kekuatan, serta keistiqamahan. Semoga Al-Qur’an menjadi cahaya dalam kehidupannya, menjadi keberkahan bagi keluarga, dan ilmu yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Abuya KH. Onen Qurnaen, Rabu (25/8).
Menurutnya, menjadi seorang penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang seberapa banyak ayat yang mampu dihafalkan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hafalan yang terjaga hendaknya berjalan seiring dengan akhlak, keteladanan, dan kecintaan terhadap ajaran Islam.
Doa tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi Fathiyyah agar terus menjaga semangat dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an. Sebab, proses menjaga hafalan membutuhkan ketekunan yang dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya ketika sedang menuntut ilmu, tetapi sepanjang kehidupan.
























