Abuya KH. Onen Qurnaen juga berharap perjalanan Fathiyyah dalam mendalami Al-Qur’an mendapat ridha dan keberkahan dari Allah SWT. Keberadaan generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an dinilai menjadi harapan penting bagi masa depan, terutama dalam membangun generasi yang memiliki pengetahuan, akhlak, dan karakter yang kuat.
“Jangan berhenti mencintai Al-Qur’an. Teruslah belajar, membaca, menghafal, memahami dan mengamalkannya. Semoga setiap ayat yang dihafalkan menjadi pahala, setiap langkah dalam menuntut ilmu menjadi keberkahan, dan kelak Al-Qur’an menjadi syafaat serta jalan kebaikan dalam kehidupan,” tambahnya.
Bagi keluarga, doa tersebut tentu menjadi sebuah kebahagiaan sekaligus penguat agar terus mendampingi Fathiyyah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Dukungan keluarga memiliki peranan penting dalam perjalanan seorang tahfidz, karena proses menghafal membutuhkan suasana yang mendukung, perhatian, dan motivasi yang berkelanjutan.
























