Pengembangan potensi santri juga dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Santri diberikan ruang untuk mengembangkan bakat di bidang olahraga, seni, komunikasi maupun keagamaan.
Sejumlah kegiatan yang tersedia antara lain futsal, voli, basket, badminton atau bulu tangkis, muhadloroh atau pidato, marawis, hadroh hingga musik religi.
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, kami berusaha memberikan ruang agar mereka dapat berkembang, baik dalam bidang Al-Qur’an, akademik, olahraga, seni maupun keterampilan lainnya. Yang terpenting, seluruh proses tersebut tetap dibingkai dengan nilai-nilai keislaman,” katanya.
Pembiasaan ibadah juga menjadi bagian penting dalam keseharian santri. Mereka dibiasakan melaksanakan shalat Dhuha berjamaah, shalat Ashar berjamaah, dzikir dan doa bersama, serta kegiatan mudarasah dan muraja’ah Al-Qur’an.
























