<strong><span style="color: #ff0000">BERITAOKE.ID</span> –</strong> Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta mampu meraih prestasi di berbagai bidang. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Cibolang Girang RT 27/06, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tersebut memadukan pendidikan Al-Qur’an dengan pembelajaran akademik, pembentukan karakter, serta pengembangan bakat dan minat para santri. Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim tercatat memiliki NSP Kementerian Agama Nomor 510032021051. Lembaga yang didirikan pada 9 Februari 2021 itu terus berkembang dengan menghadirkan berbagai program pendidikan sebagai upaya mempersiapkan generasi Qur’ani yang mampu menghadapi tantangan zaman.<!--nextpage--> Visi yang diusung yakni “Terwujudnya Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia, Cerdas, dan Unggul dalam Prestasi di Era Global.” Visi tersebut menjadi landasan dalam penyelenggaraan pendidikan, sehingga proses pembelajaran tidak berhenti pada pencapaian hafalan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan kepribadian dan kemampuan santri secara menyeluruh. Pengelola sekaligus pengasuh Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim mengatakan, pendidikan Al-Qur’an harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak dan pengembangan kemampuan akademik maupun nonakademik. “Harapan kami, santri bukan hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mencintai Al-Qur’an, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, memiliki akhlak yang baik, serta mampu berprestasi sesuai dengan potensi masing-masing,” ujar pengelola/pengasuh Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim.<!--nextpage--> Dalam kegiatan intrakurikuler, santri mendapatkan sejumlah program utama, di antaranya ziyadah, yaitu setoran hafalan ayat atau lembaran baru kepada ustadz maupun ustadzah. Program tersebut dilengkapi dengan muraja’ah kelas untuk menjaga dan menguatkan hafalan yang telah dipelajari sebelumnya. Selain itu, terdapat pembelajaran tahsin dan tajwid yang diarahkan untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an sesuai makhraj dan hukum bacaan. Santri juga mendapatkan pembelajaran gharib untuk mengenali dan memahami bacaan-bacaan khusus dalam Al-Qur’an. Jadwal pembelajaran disusun dengan menyesuaikan kebutuhan santri. Program Tahfidz Al-Qur’an dilaksanakan Senin hingga Rabu pukul 15.30–17.30 WIB. Sementara program tahfidz pada Sabtu dan Minggu berlangsung pukul 07.00–09.00 WIB. Untuk mendukung kemampuan dasar akademik, lembaga tersebut juga menyediakan program belajar bersama yang mencakup membaca, menulis dan berhitung pada Senin hingga Rabu pukul 13.00–15.00 WIB. Tersedia pula program khusus matematika yang dilaksanakan Senin hingga Jumat pada waktu yang sama.<!--nextpage--> Pengembangan potensi santri juga dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Santri diberikan ruang untuk mengembangkan bakat di bidang olahraga, seni, komunikasi maupun keagamaan. Sejumlah kegiatan yang tersedia antara lain futsal, voli, basket, badminton atau bulu tangkis, muhadloroh atau pidato, marawis, hadroh hingga musik religi. “Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, kami berusaha memberikan ruang agar mereka dapat berkembang, baik dalam bidang Al-Qur’an, akademik, olahraga, seni maupun keterampilan lainnya. Yang terpenting, seluruh proses tersebut tetap dibingkai dengan nilai-nilai keislaman,” katanya. Pembiasaan ibadah juga menjadi bagian penting dalam keseharian santri. Mereka dibiasakan melaksanakan shalat Dhuha berjamaah, shalat Ashar berjamaah, dzikir dan doa bersama, serta kegiatan mudarasah dan muraja’ah Al-Qur’an.<!--nextpage--> Dari sisi kurikulum, kegiatan belajar mengajar mengacu pada kurikulum yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama, sekaligus dikembangkan bersama Yayasan Pendidikan Islam Pemantau dan Media Pendidikan Fathiyyah Zahra.(iak)