Pendiri sekaligus Pembina Lembaga, KH Iim Abdul Karim, mengungkapkan bahwa kesuksesan para santri tidak lepas dari penanaman niat yang lurus sejak dini.
“Al-Qur’an itu bukan sekadar beban hafalan di kepala, melainkan cahaya yang menerangi jalan hidup mereka. Ketika seorang santri mencintai Al-Qur’an dan berakhlak mulia, keberkahannya akan melebar ke mana-mana, termasuk memudahkan mereka meraih prestasi di sekolah formal. Kami di Fathiyyah Zahra berkomitmen tidak hanya mencetak penghafal, tetapi mencetak generasi yang hidup bersama Al-Qur’an. Pengakuan negara melalui EMIS dan sertifikasi Kemenag adalah bentuk amanah kami, namun melihat akhlak mereka yang memukau hati adalah kebahagiaan sejati bagi kami para pengasuh,” ujar KH Iim Abdul Karim, kepada BERITAOKE.ID Selasa (27/10).
























