Suasana pagi itu tampak begitu khidmat. Puluhan santri Kelompok Asy-Syifa yang mengenakan seragam madrasah dan pakaian muslim yang rapi, tampak khusyuk mengikuti gerakan salat dan menyimak nasihat yang disampaikan oleh pimpinan ponpes.
KH Iim juga berpesan agar para santri tidak hanya menjadikan salat Dhuha sebagai rutinitas fisik, melainkan juga sebagai latihan spiritual untuk menjaga konsistensi (istiqamah) dalam menghafal dan mengamalkan Al-Quran di tengah kesibukan akademik.
Usai melaksanakan salat Dhuha dan mendengarkan tausiyah singkat, para santri kemudian langsung melanjutkan agenda harian mereka, yakni melakukan murajaah (mengulang hafalan) dan talaqqi (setoran hafalan) kepada para ustadz pembimbing masing-masing.
Kegiatan rutin ini diharapkan mampu membentuk karakter santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan hafalan, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual yang kuat dengan Sang Pencipta.*(iak).
























