Tak hanya berfokus pada aspek keagamaan, lembaga ini juga menumbuhkan budaya kompetitif yang sehat serta mengembangkan keterampilan santri yang berbasis pada perpaduan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta Iman dan Taqwa (IMTAQ).
Pimpinan Tahfidz Fathiyyah Zahra, KH. Iim Abdul Karim, menegaskan bahwa tantangan masa depan menuntut para santri untuk memiliki fondasi agama yang kokoh sekaligus wawasan yang luas.
“Kami tidak hanya ingin mencetak penghafal Al-Qur’an, tetapi juga melahirkan generasi yang akhlaknya mencerminkan nilai-nilai Qur’ani secara nyata. Di era global dan disrupsi teknologi saat ini, santri harus menguasai IPTEK tanpa meninggalkan IMTAQ. Mereka dituntut untuk cerdas, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, namun tetap berpijak pada akhlakul karimah,” ujar KH. Iim Abdul Karim, kepada BERITAOKE.ID Ahad (11/10/2026).
























