Lebih lanjut, KH. Iim memaparkan bahwa tujuan lembaga ini sangat terukur dan berorientasi pada masa depan santri. Para santri ditargetkan untuk lulus dengan hafalan Al-Qur’an yang tartil, sekaligus meraih berbagai kejuaraan di bidang akademik, seni, olahraga, maupun keagamaan.
“Kami memfasilitasi dan mengantarkan santri agar mampu menembus jenjang pendidikan lanjutan yang favorit dan berkualitas. Semua proses ini didukung oleh lingkungan belajar yang islami, kondusif, inovatif, dan berwawasan lingkungan,” tambahnya.
Kehadiran Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim di wilayah Cibolang Girang, Desa Cibatu, diharapkan menjadi oase bagi masyarakat Kecamatan Cisaat dan sekitarnya. Lembaga ini membuktikan bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an dapat berjalan beriringan dengan keunggulan akademik dan kesiapan menghadapi era global, melahirkan lulusan yang siap menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas.*(iak).
























