BERITAOKE.ID – Di tengah tuntutan era modern yang serba cepat, mendidik generasi yang hanya bermodal hafalan tekstual bukanlah hal yang cukup. Memahami tantangan zaman, Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim di Cibolang Girang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, hadir dengan paradigma baru: mencetak generasi yang tidak hanya lidahnya fasih melafalkan ayat suci, tetapi juga tajam otaknya dalam membedah ilmu pengetahuan.
Pimpinan lembaga, KH. Iim Abdul Karim, M.Si., atau yang akrab disapa A Haji Iim, merancang ekosistem belajar yang harmonis antara ayat qauliyah (Al-Qur’an) dan qauniyah (sains/alam semesta). Alih-alih memisahkan keduanya, Tahfidz Al-Quran Fathiyyah Zahra mengintegrasikannya ke dalam empat program unggulan yang dirancang layaknya sebuah orkestra pendidikan.
“Metode belajar bersama adalah laboratorium kehidupan. Saat para santri saling berbagi, berdiskusi, dan mengoreksi, mereka tidak hanya sedang mengukir hafalan, tetapi juga mengasah akal, melatih kepemimpinan, dan menebarkan persaudaraan,” ujar Kang H Iim saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
























