Pimpinan Program Tahfidz Ponpes Fathiyyah Zahra, KH Iim Abdul Karim, menuturkan bahwa lingkungan pesantren yang asri di kawasan Cibolang Girang sangat mendukung konsentrasi para penghafal Quran. Namun, lebih dari itu, semangat para santri adalah modal utama untuk menghadapi tantangan zaman.
“Di era digital dan keterbukaan informasi saat ini, hati dan pikiran generasi muda sangat rentan terhadap pengaruh negatif. Oleh karena itu, menanamkan Al-Quran dalam hati mereka sejak dini adalah benteng yang paling kokoh,” ujar KH Iim Abdul Karim di sela-sela memantau kegiatan santri, Ahad (11/10).
A Haji Iim, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa pihak pesantren tidak hanya menargetkan para santri untuk sekadar hafal 30 juz. Lebih dari itu, para santri dibimbing untuk memahami dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran.
























