Menyentuh visi jangka panjang, pengasuh menitipkan doa dan harapan besar di setiap helaan napas para penghafal muda ini. “Doa kami sebagai pengasuh dan orang tua spiritual mereka, semoga Al-Qur’an yang mereka hafal dan cintai hari ini, kelak di yaumul mahsyar akan datang sebagai syafa’at yang menyelamatkan mereka,” ujar KH Iim dengan nada penuh pengharapan. “Dan yang tak kalah penting, semoga hafalan ini menjadi mahkota kehormatan dan cahaya bagi kedua orang tua mereka di surga kelak.”
Sinergi antara ketekunan menghafal dan penanaman adab ini terbukti memberikan dampak yang luar biasa. Selain menajamkan daya ingat dan aspek kognitif, kegiatan ini secara konsisten menempa akhlakul karimah. Ke depannya, santri dan santriwati Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim diharapkan tumbuh menjadi generasi Rabbani yang berpijar dengan cahaya Al-Qur’an, membawa rahmat bagi keluarga, dan menjadi pelita di tengah masyarakat luas. (iak).
























