Pria yang akrab disapa A H Iim ini menambahkan, pemuda masa depan bukanlah mereka yang sekadar cerdas secara teknologi. Menurutnya, pemuda yang sesungguhnya adalah mereka yang berakhlakul karimah, berpegang teguh pada nilai-nilai Ilahi, dan siap mewakafkan dirinya untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
“Ingatlah prinsip hubbul wathan minal iman, cinta tanah air adalah bagian dari iman. Jadikan madrasah ini sebagai taman yang nyaman, di mana perbedaan latar belakang siswa kita menjadi kekuatan, bukan perpecahan,” tambahnya.
Selain upacara bendera, peringatan Hari Sumpah Pemuda di MI Baitussalam juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, seperti pelantunan Mars Sumpah Pemuda, pembacaan teks ikrar pemuda secara serentak, dan doa bersama untuk kemajuan bangsa.
KH. Iim berharap, momentum peringatan ke-98 ini dapat memicu motivasi belajar para siswa. Ia berpesan agar para pelajar terus mengasah kecerdasan intelektual sekaligus spiritual.
























