Pimpinan Tahfidz Fathiyyah Zahra, KH Iim Abdul Karim, menjelaskan bahwa tantangan era global menuntut para santri untuk tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga intelektual dan berdaya saing tinggi.
“Kami menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an bukan sekadar sebagai hafalan di luar kepala, melainkan sebagai pedoman hidup dan pembentukan akhlakul karimah. Di era global ini, santri harus unggul. Oleh karena itu, kami memadukan tahfidz yang intensif dengan pembelajaran akademik berkualitas, serta menumbuhkan budaya kompetitif yang sehat,” ujar KH Iim Abdul Karim di sela-sela memantau kegiatan belajar mengajar, Rabu (28/10).
KH Iim menambahkan, tujuan utama dari pendidikan di lembaga ini adalah melahirkan lulusan yang hafal Al-Qur’an dengan bacaan tartil, sekaligus memiliki pribadi yang disiplin dan jujur.
























