Pendiri dan pengasuh lembaga tahfidz, KH Iim Abdul Karim, menekankan bahwa rutinitas ibadah dan pembelajaran ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama dalam mencetak generasi qurani yang berakhlak mulia dan istiqamah.
“Shalat berjamaah dan muraja’ah bukan sekadar rutinitas harian, melainkan fondasi karakter santri yang akan menjaga hafalan dan akhlak mereka di tengah tantangan zaman. Kami membiasakan hal ini sejak dini agar Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup mereka,” ujar KH Iim Abdul Karim, Selasa (27/10).
Dengan konsistensi dalam menjalankan program pembiasaan tersebut, Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim berharap dapat terus menjadi wadah yang efektif bagi para santri dalam menuntut ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an dengan optimal.
Sebagai informasi dan catatan penting bahwa lembaga Tahifidz ini sudah terdaftar resmi dengan Nomor Statistik Pondok (NSP)
























