“Tasmi’ ini bukan sekadar ujian hafalan atau tuntutan kuantitas semata, melainkan pembuktian cinta, adab, dan ketulusan santri terhadap Al-Quran. Kami memastikan setiap anak didik kami tidak hanya hafal, tetapi juga memahami tajwid dan maknanya sesuai standar kurikulum Kemenag dan yayasan. Ini adalah ikhtiar kami mencetak generasi yang benar-benar Qur’ani,” ujar KH Iim Abdul Karim, kepada BERITAOKE.ID Rabu (28/10) sore.
Dalam peninjauannya, KH Iim tampak berinteraksi langsung dengan para santri di ruang-ruang kelas dan asrama. Ia memberikan motivasi, nasihat, serta mendoakan agar para santri diberikan kelancaran dan kemudahan dalam melafalkan hafalan mereka nanti.
Suasana sore itu tampak khidmat namun penuh kehangatan. Para santri tampak antusias menunjukkan progres hafalan mereka kepada pimpinan pondok, sembari mempersiapkan diri untuk tampil pada acara puncak Tasmi’ Al-Quran yang telah diagendakan.
























