“Melalui momen Hari Santri Nasional 2026 ini, kami ingin menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan sunnah sejak usia emas. Target utama kami adalah mencetak generasi qurani yang tidak hanya hafal ayat-ayat suci, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hj. Eneng saat ditemui di sela-sela acara, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, pemilihan tiga jenis lomba tersebut memiliki filosofi dan tujuan pendidikan yang berbeda namun saling melengkapi. Lomba Adzan bertujuan melatih keberanian, kedisiplinan, dan seni suara sejak dini. Sementara Lomba Tahfidz Al-Qur’an difokuskan untuk memperkuat daya ingat dan kedekatan spiritual anak dengan kalam Ilahi.
“Adapun Lomba Doa Harian kami adakan agar anak-anak terbiasa menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas rutinitasnya, seperti doa sebelum makan, tidur, dan bangun tidur. Ini adalah fondasi penting bagi akhlak mulia mereka ke depannya,” tambahnya.
























