Suasana lomba berlangsung khidmat namun tetap ceria. Para santri cilik yang berusia antara 4 hingga 6 tahun tersebut tampil dengan pakaian muslim dan muslimah yang rapi, melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an serta bacaan adzan dengan suara lantang dan cadel yang menggemaskan, namun tetap memperhatikan tajwid dan tata cara yang benar.
Dewan juri yang terdiri dari para ustaz dan ustazah menilai peserta berdasarkan kelancaran hafalan, keindahan suara, serta kepercayaan diri di atas panggung. Seluruh peserta pada akhirnya tetap diberikan penghargaan dan hadiah hiburan untuk menjaga motivasi serta semangat belajar mereka.
Hj. Eneng berharap, gelaran Hari Santri Nasional di tingkat PAUDQU ini dapat menjadi tradisi tahunan yang terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan generasi Indonesia yang religius, cerdas, dan berkarakter.
























