KH Iim menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. “Peringatan Hari Besar Nasional dan Hari Santri adalah wujud nyata kami, bahwa menjadi seorang hafidz dan santri tidak berarti terpisah dari realitas sosial. Mereka harus menjadi garda terdepan umat, sekaligus penjaga kedaulatan NKRI,” tambahnya.
Lebih lanjut, KH Iim menuturkan bahwa program Tadabbur Alam dan pengembangan seni-olahraga sengaja dihadirkan agar santri tidak kaku. “Dengan Tadabbur Alam di kawasan Cibatu yang asri ini, santri diajak melihat kebesaran Allah langsung dari ciptaan-Nya. Sementara seni dan olahraga melatih mereka untuk bersosialisasi, berdisiplin, dan menyalurkan energi positif,” tuturnya.
Dengan dukungan tenaga pengajar yang kompeten dan lingkungan yang kondusif di Kampung Cibolang Girang, LPIT Fathiyyah Zahra Abdul Karim optimis dapat menjadi rujukan utama masyarakat Sukabumi dan sekitarnya dalam mencari lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, moderat, dan berprestasi.*(iak).
























