<strong><span style="color: #ff0000">BERITAOKE.ID</span> -</strong> Lembaga Pendidikan Islam Tahfidz (LPIT) Fathiyyah Zahra Abdul Karim terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muslim yang tidak hanya kuat hafalan Al-Qur'annya, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu agama, wawasan kebangsaan, dan keterampilan hidup yang mumpuni. Berlokasi di lingkungan yang asri di Kampung Cibolang Girang, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, lembaga pendidikan ini menerapkan 11 program penunjang unggulan yang dirancang secara komprehensif untuk mendukung perkembangan santri secara utuh (holistik). Ke-11 program tersebut mencakup aspek spiritual, akademik, sosial, hingga pengembangan diri. Di bidang spiritual dan akademik, lembaga ini secara rutin melaksanakan program Tahfidz Al-Qur'an, kajian Kitab Kuning, Pesantren Kilat, serta Evaluasi Akademik berkala. Puncak dari pencapaian akademik ini dirayakan secara meriah melalui acara Haflah Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz Al-Qur'an.<!--nextpage--> Sementara itu, untuk aspek pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan, LPIT Fathiyyah Zahra Abdul Karim aktif melaksanakan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), Hari Santri Nasional (HSN), serta Masa Orientasi Santri (MOS) bagi peserta didik baru. Tak hanya itu, menyadari pentingnya keseimbangan fisik dan psikologis, lembaga ini juga menyediakan program Pengembangan Bakat, Seni, dan Olahraga, serta program khas berupa Tadabbur Alam yang memanfaatkan keindahan alam sekitar Sukabumi sebagai media pembelajaran. Pengasuh sekaligus Pimpinan LPIT Fathiyyah Zahra Abdul Karim, KH Iim Abdul Karim, M.Si., menjelaskan bahwa ke-11 program tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah ekosistem pendidikan yang saling melengkapi. "Kami tidak hanya ingin melahirkan penghafal Al-Qur'an, tetapi juga santri yang tafaqquh fiddin (mendalami agama), mencintai bangsanya, dan memiliki keterampilan. Melalui 11 program ini, kami memadukan kekuatan spiritual, intelektual, dan sosial," ujar KH Iim Abdul Karim, kepada <span style="color: #ff0000"><strong>BERITAOKE.ID</strong></span> Senin (12/10/2026).<!--nextpage--> KH Iim menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. "Peringatan Hari Besar Nasional dan Hari Santri adalah wujud nyata kami, bahwa menjadi seorang hafidz dan santri tidak berarti terpisah dari realitas sosial. Mereka harus menjadi garda terdepan umat, sekaligus penjaga kedaulatan NKRI," tambahnya. Lebih lanjut, KH Iim menuturkan bahwa program Tadabbur Alam dan pengembangan seni-olahraga sengaja dihadirkan agar santri tidak kaku. "Dengan Tadabbur Alam di kawasan Cibatu yang asri ini, santri diajak melihat kebesaran Allah langsung dari ciptaan-Nya. Sementara seni dan olahraga melatih mereka untuk bersosialisasi, berdisiplin, dan menyalurkan energi positif," tuturnya. Dengan dukungan tenaga pengajar yang kompeten dan lingkungan yang kondusif di Kampung Cibolang Girang, LPIT Fathiyyah Zahra Abdul Karim optimis dapat menjadi rujukan utama masyarakat Sukabumi dan sekitarnya dalam mencari lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, moderat, dan berprestasi.*(iak).<!--nextpage--> ,