Menyampaikan hikmah di sela-sela kegiatannya, KH Iim Abdul Karim menegaskan bahwa mengaji adalah perjalanan hati, bukan sekadar aktivitas lisan.
“Alhamdulillah, ash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah. Hari ini kami turun langsung melihat anak-anak kita berinteraksi dengan Al-Quran. Mengaji dan menghafal bukanlah sekadar rutinitas untuk menggugurkan kewajiban, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk mendekatkan hati kepada Allah SWT,” ujar KH Iim dengan nada yang menyejukkan.
Beliau menambahkan, sebagai pimpinan, dirinya merasa memikul tanggung jawab moral dan ukhrawi.
“Kami ingin memastikan, setiap huruf yang mereka baca dan setiap ayat yang mereka hafal, benar-benar meresap ke dalam jiwa. Karena Al-Quran ini kelak akan menjadi cahaya bagi hidup mereka di dunia, dan syafaat bagi mereka di akhirat. Kehadiran kami di sini adalah bentuk cinta dan tanggung jawab kami agar mereka tetap istiqomah di jalan-Nya,” lanjut KH Iim.
























