Menurut Iim, keikutsertaan madrasahnya dalam PRAMIKA tidak semata-mata mengejar prestasi. Kegiatan kepramukaan, kata dia, menjadi sarana menanamkan nilai Dasa Darma, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama di kalangan siswa madrasah ibtidaiyah.
“Piala bisa disimpan di lemari, tetapi karakter yang terbentuk akan dibawa anak-anak sampai dewasa. Kami ingin lulusan MI Baitussalam bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga jujur, mandiri, dan peduli terhadap sesama,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, guru pendamping, komite, serta orang tua siswa yang mendukung persiapan kontingen selama masa latihan.
“Dukungan orang tua sangat menentukan. Mereka rela mengantar dan menjemput anak-anak saat latihan tambahan. Kemenangan ini milik semua pihak, bukan hanya milik sekolah,” ujarnya.























