“Kami tidak ingin anak-anak hanya kuat di hafalan, tetapi juga kuat di literasi dan numerasi. Karena itu program ini kami jadikan program khusus, bukan sekadar pelengkap,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan belajar dilaksanakan pada sore hari agar tidak berbenturan dengan jadwal sekolah formal para siswa. Dengan waktu belajar yang relatif singkat namun rutin, diharapkan kemampuan dasar anak dapat berkembang secara bertahap.
“Harapan kami, anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang Qur’ani sekaligus cerdas. Kuat agamanya, kuat pula ilmunya,” tuturnya.
Program calistung dan matematika di Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim rencananya akan terus berjalan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan capaian belajar masing-masing peserta.
Sebagai informasi dan catatan penting bahwa lembaga Tahifidz ini sudah terdaftar resmi dengan Nomor Statistik Pondok (NSP)
























