BERITAOKE.ID – Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar tentang seberapa kuat daya ingat seseorang, melainkan tentang bagaimana cahaya ilahi mampu menerangi hati. Filosofi inilah yang dihidupkan setiap pagi oleh para santri di Majelis Pendidikan Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim.
Di kawasan Cibolang Girang yang sejuk, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Minggu (25/10/2026) pagi terasa begitu syahdu. Puluhan santri dari kelompok Asy-Syifa tampak khusyuk menunaikan sholat dhuha berjamaah. Bagi mereka, sujud di pagi hari ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan gerbang utama sebelum menyelami samudra hafalan dan kajian kitab suci.
Pimpinan Majelis, KH Iim Abdul Karim, menegaskan bahwa program ibadah pagi ini adalah agenda wajib yang dirancang khusus untuk membangun fondasi ruhiyah para penghafal Al-Qur’an. Menurutnya, pendekatan menghafal tidak bisa hanya mengandalkan kapasitas kognitif.
























