Dari sisi administrasi pun, secara bertahap mengarah ke sistem digitalisasi seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Di sini, dinas terkait harus berinovasi dan membuat berbagai terobosan,” ungkapnya.
Sebelumnya Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan, kominfo RI berupaya menumbuhkan lebih banyak kota cerdas di Indonesia. Melalui inisiatif gerakan menuju smart city, telah ada 191 kota/kabupaten yang tergabung di Indonesia hingga 2022 ini.
“Jumlah tersebut, setelah ada penambahan 50 kota/kabupaten yang tergabung dalam gerakan menuju smart city di 2022 ini,” bebernya.
Menurutnya, sebuah daerah bisa dikatakan smart city ketika kota itu mampu mendayagunakan data dan teknologi digital untuk membuat kebijakan yang lebih baik dan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat.
“Manfaat pendayagunaan data dan teknologi digital melalui smart city, bisa meningkatkan efisiensi dan produktifitas birokrasi pemerintahan. Jadi, smart city, tidak sekadar dilihat banyaknya platform aplikasi ,” terangnya.


























