Sementara faktor yang menjadi skala prioritas sendiri menurut Kuswaya, dalam peningkatan produksi padi sawah ini dalam teori itu bahwa sistem tanam Jajar Legowo itu merupakan satu ungkitan teknologi yang bisa menaikkan provitas. Namun hal itu ternyata di wilayah-wilayah dua Kecamatan Baros dan Lembursitu penggunaan pelaksanaan sistem Jajar legowo ini masih kurang dilaksanakan.
“Jadi masih banyak petani yang menanam sistem tegel atau (penanaman padi dengan jarak 20×20 jarak rapat. Nah dan itu kalau berdasarkan teori dengan sistem Jajar Legowo itu bisa menaikkan trophy. Jadi angka provitas yang sekarang masih di angka 6,8. Untuk mencapai 8 atau 7,8 itu bisa. Salah satunya yaitu perubahan cara tanam. Kemudian selain itu bisa dengan penggunaan varietas unggul dan bermutu, jadi masih banyak di sini yang menggunakan varietas padi itu yang tidak bersertifikat,” tuturnya.



















