“Boleh kita ber tadabbur. Ya untuk merenungkan, menghayati, memikirkan, makna untuk kemudian kita menjadikannya sebagai sebuah pelajaran. Allah itu maha segalanya,” tambah Muhamad Solehudin yang merupakan seorang guru spiritual asal Surade ini.
Lanjut Ketua Padepokan Munding Wangi, Sukamaja Surade ini menuturkan, ada Sembilan dalam luk Pulau Keris. Jumlah tersebut tentu saja memiliki filosofi tersendiri. Dijelaskannya, menurut orang terdahulu yang datang ‘niis’ atau umumnya sekarang disebut berlibur ke Pulau Keris ini berharap dapat mencapai tujuan spiritualitasnya.
Hal itu yakni sebuah sikap yang dimana sudah tidak lagi mengejar kenikmatan kehidupan duniawi semata, melainkan orientasinya sudah fokus mengejar kebermanfaatan bagi kehidupan kelak yaitu Akhirat.
Ketua Yayasan Sri Manggala Nusantara sedang membersamai alumni Universitas Indonesia (UI) dengan jurusan Metalurgi dan Material yang tertarik berlibur menikmati kondisi alam diwilayah tersebut.




















