Lanjut Nurman, kegiatan ini sangat luar biasa, “Dari sampah menjadi sedekah” bagi para anak yatim dan para jompo di kedusunan yang ada di Desa Cireunghas.
“Semoga ini bisa memicu semangat bagi semua. Berangkat dari sampah, bernilai rupiah dan menjadi berkah seperti ini. Tentu kami pemerintah desa sangat bangga dengan apa yang sudah dilakukan GDSS Cireunghas ini,” tambahnya.
Sementara Suherman Ketua gudang sampah GDSS Cireunghas menyampaikan, keberhasilan dan kendala yang dihadapi saat menjalani pengolahan sampah menjadi tantangan bagi ia dan anggota lainnya.
“Sebenarnya kita bisa mengelola sampah ini lebih dari 20 Ton. Namun kendalanya yaitu mobilisasi. Mungkin bapak ibu tau semua aktivitas saya setiap hari. Saya mengangkut sampah memakai motor saya sendiri bersama kawan-kawan untuk mengangkut sampah. Sebetulnya mobilisasi pengangkut sampah ini masih sangat terbatas, harusnya sih pakai roda empat,” pungkasnya.




















