“Ada banyak hasil atau notulen diskusi yang bisa kami carikan solusinya. Juga ada beberapa langkah yang akan kami lakukan bersama yang sebelumnya sudah ada tapi belum optimal,” jelasnya.
Disini kata Maruly, komitmen semua akan lebih berkolaborasi sehingga tugas dan wewenang dari masing-masing stakeholder terkait ini bisa lebih optimal, lebih berguna dalam rangka mencari solusi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.
Solusi tersebut tidak hanya dalam penanganan setelah kejadian kata Kapolres, tetapi pendekatan terhadap pencegahan.
“Harapannya, apa yang katanya kabupaten Sukabumi itu adalah kabupaten yang layak anak, memang benar benar secara nyata tertuju. Tapi bukan hanya kabupaten Sukabumi tapi ada juga desa layak anak di tiap desa, termasuk juga sekolah layak anak,” lanjutnya.
Ia berharap, tujuan tersebut bisa terealisasikan sesegera mungkin, sehingga tercapai secara nyata kabupaten layak anak.


























