<strong><a href="https://beritaoke.id/">BERITAOKE.id</a> - </strong>Pengawas Bina, Drs. Asep Nurjen, M.Pd. dan ustadz Iim Abdul Karim, S.H., S.Pd.I., M.M.Pd., M.Si. selaku Kepala MI Baitussalam laksanakan pendampingan terhadap guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baitussalam pada Impelemantasi Kurikulum Merdeka terhadap proses pembelajaran. Rabu, (24/1/2024) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baitussalam yang dipimpin oleh Ustadz Iim Abdul Karim, S.H., S.Pd.I., M.M.Pd., M.Si. dengan predikat Terakreditasi A (Unggul) sebagaimana Keputusan BAN S/M Nomor : 1346/BAN-SM/SK/2021 Tanggal 08 Desember 2021. MI Baitussalam merupakan sekolah yang mempunyai empat keunggulan yakni terintegrasi Madrasah Diniyah, Tahfidz Al-Qur’an, Qiroatul Kutub atau Kitab Kuning, dan Komputer sebagaimana Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi Nomor : 6144.1 Tahun 2018.<!--nextpage--> Pengawas Bina, Drs. Asep Nurjen, M.Pd. mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka secara efektif. Kurikulum Merdeka merupakan konsep pendekatan kurikulum yang menekankan pada pembelajaran berbasis kompetensi, kreativitas, dan inovasi. Pendampingan kurikulum merdeka yang dilakukan oleh pengawas madrasah, Drs. Asep Nurjen, M.Pd dalam proses pembelajaran berdiferensiasi menjadi sangat penting. Asep Nurjen menyampaikan bahwa “Pembelajaran berdiferensiasi merujuk pada pendekatan di mana guru mengakomodasi berbagai gaya belajar, tingkat pemahaman, dan kebutuhan siswa yang beragam dalam satu kelas” jelasnya. Pendampingan oleh tim implementasi kurikulum merdeka MI Baitussalam dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi dapat melibatkan beberapa langkah dan strategi, termasuk juga melakukan refleksi pembelajaran kepada guru yang mengajar.<!--nextpage--> Bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa MI Baitussalam Kecamatan Cisaat mendapatkan pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya, pungkasnya (iak)