<strong>BERITAOKE.id -</strong> Demi mendorong sukseskan Gerakan Intervensi Serentak Cegah Stunting, KUA Kecamatan Jampangkulon menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan gerak penghulu sejuta Catin Cegah Stunting, pada Senin 29 Juli 2024. Aacara tersebut berlangsung di ruang Nikah KUA setempat. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi KUA Jampangkulon dengan Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BPKB) tahun 2024. Diketahui bimbingan perkawinan ini merupakan upaya untuk menyukseskan gerakan intervensi serentak cegah stunting yang digagas oleh pemerintah pusat. Penghulu KUA Jampangkulon Hermansyah SH mengatakan, bimbingan perkawinan yang di adakan di KUA Jampangkulon itu dengan mengusung tema; "Gerak Penghulu Sejuta Catin Cegah Stunting". "Kegiatan ini sebagai sarana edukasi yang efektif untuk menurunkan angka stunting di masa depan. Program ini juga merupakan salah satu inisiatif dari Kementerian Agama dan telah mendapatkan respon positif dari berbagai pihak," jelas Hermansyah kepada wartawan, disela sela kegiatan bimbingan nikah itu.<!--nextpage--> Hermansyah menambahkan, kegiatan ini juga dalam rangka milad APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) yang ke-5 Tahun. Dengan begitu kata dia, para calon pengantin yang akan melaksanakan perkawinan diharapkan bisa turut mencegah stunting, melalui materi-materi yang disampaikan dalam bimbingan ini. "Materi yang disampaikan melalui kegiatan ini para calon pengantin mendapatkan beberapa materi, diantaranya adalah; Fondasi Keluarga Sakinah, Mengelola Psikologi dan Dinamika Keluarga, Kesehatan Reproduksi dan Gizi Seimbang, Mempersiapkan Keluarga berkualitas dan hal pencegahan stunting," terangnya. Harapan kami, melalui bimbingan perkawinan ini, calon pengantin dapat memperoleh bekal yang memadai untuk membentuk keluarga yang unggul dan sehat, serta mencapai tujuan menuju keluarga sejahtera, meningkatkan kualitas hidup masyarakat.<!--nextpage--> "Ya initinya pasangan nikah ini nantinya akan memahami pentingnya pencegahan stunting, itu demi menurunkan angka Stunting di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sukabumi," pungkasnya.(*ah).