Ketiga, Tahsin dan Tajwid, yang merupakan pembelajaran teori dan praktik membaca Al-Qur’an dengan makhraj serta hukum bacaan yang benar. Keempat, Gharib, pelajaran khusus untuk mengenali bacaan-bacaan asing atau kosakata tidak biasa dalam riwayat Al-Qur’an tertentu. Metode ini memastikan santri tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga membaca dengan tartil dan memahami konteks ayat.
Di luar jam intrakurikuler, ponpes memperkaya wawasan, kepekaan sosial, dan keterampilan santri melalui 11 program penunjang yang variatif. Program ini mencakup aspek spiritual dan kebangsaan seperti Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Hari Besar Nasional (PHBN), Hari Santri Nasional (HSN), serta Pesantren Kilat.
Untuk pengembangan diri dan kepedulian terhadap lingkungan, terdapat program Masa Orientasi Santri Baru, Tadabbur Alam, serta pengembangan bakat seni dan olahraga. Tak kalah penting, pendalaman ilmu agama dan evaluasi berkala juga diperkuat melalui kajian Kitab Kuning, Evaluasi Akademik, Haflah Akhirussanah, dan puncaknya adalah Wisuda Tahfidz Al-Qur’an.
























