Pimpinan Ponpes Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim, KH Iim Abdul Karim, menjelaskan bahwa perpaduan kedua program ini adalah ikhtiar lembaga untuk mencetak santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga tangguh secara intelektual dan sosial.
“Kami tidak ingin santri kami hanya menjadi ‘bank hafalan’, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, wawasan kebangsaan, dan keterampilan hidup yang mumpuni. Program intrakurikuler seperti Ziyadah dan Muraja’ah adalah fondasi spiritual dan kekuatan hati mereka. Sementara program penunjang seperti Tadabbur Alam, kajian Kitab Kuning, serta pengembangan seni dan olahraga adalah wadah untuk menempa akhlak, kemandirian, dan kecerdasan emosional mereka,” ujar KH Iim di sela-sela kegiatan, Rabu (14/10/2026).
Beliau menambahkan, keseimbangan antara hafalan dan pengembangan karakter adalah kunci keberkahan ilmu.
























