Sistem tersebut diawali dengan Ziyadah, yaitu sesi tatap muka wajib bagi santri untuk menyetorkan hafalan ayat atau lembaran baru kepada ustadz/ustazah. Selanjutnya terdapat Muraja’ah Kelas, yakni program mengulang kembali hafalan lama secara terjadwal di bawah pengawasan ketat guru agar ingatan santri tetap terawat dan tidak mudah lupa.
Selain fokus pada kuantitas hafalan, lembaga juga sangat memperhatikan kualitas bacaan melalui mata pelajaran Tahsin dan Tajwid. Pada sesi ini, santri mempelajari teori dan praktik membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan makhraj huruf serta hukum bacaan yang benar. Tak kalah penting, santri juga dibekali ilmu Gharib, yaitu pelajaran khusus untuk mengenali bacaan-bacaan asing, kosakata unik, atau riwayat tidak biasa dalam Al-Qur’an.
Pimpinan Lembaga Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim, KH. Iim Abdul Karim, menyampaikan bahwa kegiatan Tasmi’ bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan sebuah momentum spiritual dan pembuktian proses.
























