“Tasmi’ hari ini bukan sekadar seremonial kelulusan hafalan, melainkan bukti nyata dari kesungguhan para santri dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Melalui kurikulum terpadu yang memadukan Ziyadah, Muraja’ah, Tahsin, hingga Gharib, kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami makna, menjaga kualitas bacaan, dan pada akhirnya mampu mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar KH. Iim Abdul Karim, kepada BERITAOKE.ID Rabu sore.
KH. Iim turut mengapresiasi kerja keras para santri, santriwati, serta para ustadz dan ustadzah yang telah membimbing dengan penuh kesabaran. Ia berharap, para santri dapat menjadi cahaya (siraj) bagi masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Cisaat dan Sukabumi pada umumnya.
Kegiatan Tasmi’ ini ditutup dengan pembacaan doa bersama, mengharap ridha Allah SWT agar apa yang telah dihafal dan diamalkan oleh para santri menjadi amal jariyah serta syafaat di hari akhir kelak.
























