“Kita ini daerah terluas kedua, setelah Banyuwangi di Jawa-Bali. Tapi dengan bahu-membahu, pasti bisa menanggulanginya,” ucapnya.
National Project Officer IOM Indonesia Eny Rofiatul mengatakan, kehadirannya di Sukabumi berkaitan TPPO. Terutama, dari sisi upaya terpadu menangani korban dan hak-hak korban TPPO.
“Kami sangat mensupport peran pemerintah. Maka dari itu, gugus tugas di Kabupaten Sukabumi lebih aktif,” ungkapnya.
Bahkan IOM akan melaksanakan rakor untuk mengidentifikasi layanan di gugus tugas. Apalagi dalam gugus tugas itu, diisi sejumlah perangkat daerah terkait.
“Akan kita identifikasi, setiap perangkat daerah yang tergabung akan mengisi layanan yang mana. Sehingga, ketika ada korban TPPO tidak sulit lagi menanganinya,” bebernya.
Tak hanya itu saja, dalam beberap bulan kedepan, IOM akan mengadakan pelatihan ke gugus tugas. Baik ditingkat nasional maupun kota atau kabupaten.(*)red























