Didin menerangkan, usai melihat kondisi rumah yang dihuni Engkos Kosasih beserta 5 anggota keluarga, dirinya beserta Dua anggotanya berinisiatif patungan untuk membelikan bahan matrial berupa bata hebel.
“Informasi mengenai keluarga pak Engkos ini awalnya saya dapat dari warga seorang ustad. Beliau memberitahu ada salah satu jemaahnya beserta 5 anggota keluarganya tinggal di sebuah gubuk,” kata Dindin.
Merasa penasaran ia lalu mengajak dua anggota saya untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dan ternyata benar adanya.
“Sayaberinisiatif untuk patungan bersama anggota kemudian membelikan bahan matrial. Ya kita membantu pak Engkos agar rumahnya layak huni,” sambungnya.
“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa menjadi inisiator bagi masyarakat, tetangga atau pihak lainnya untuk ikut berpartisipasi menyisihkan sebagian hartanya untuk pembangunan rumah layak huni bagi pak Engkos dan keluarganya.” pungkasnya.

























