Sementara itu Wali Kota dalam sambutannya menjelaskan, mengenai target Pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan kerja sama seluruh pihak dan oleh karenanya kegiatan rembuk stunting diharapkan mampu membangun kesepahaman dalam mewujudkan target tersebut.
“Ya kita berharap rembuk stunting kali ini mampu untuk sama – sama membangun kesepahaman, komitmen kembali, bagaimana stunting menjadi tugas bersama kita. Termasuk juga dunia perbankan, termasuk elemen lainnya dalam pentahelix,” terangnya.
Menurutnya Kota Sukabumi merupakan salah satu dari 154 daerah di Indonesia yang mendapatkan proritas percepatan penurunan prevalensi stunting, terlebih hasil pengukuran pada tahun 2022, angka prevalensi di Kota Sukabumi mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya karena mencapai 19,2 persen. Oleh karena itu kolaborasi dari seluruh pihak diperlukan untuk menurunkan angka stunting.


























