“Kita bisa melihat data 2021 – 2022 terjadi kenaikan prevalensi stunting sbeesar 19,2 persen, naik 0,1 persen dari angka ditahun 2021. Makanya bagaimana sama – sama, berkolaborasi, menguatkan kebersamaan dalam kerangka kita terus menurunkan angka prevalensi stunting,” ucapnya
Pada kesempatan tersebut dijelaskan pula beberapa inovasi yang telah dilakukan dalam percepatan penurunan stunting, seperti Sisters yang merupakan sistem informasi data stunting menggunakan geospasial. Dalam kegiatan rembuk stunting ditandatangani pula komitmen konvergensi penurunan stunting.*(ah)


























