Tidak mudah untuk menjadi calon guru penggerak, sambung dr. Ana karena harus melalui seleksi yang sangat ketat dan melaksanakan pendidikan yang cukup panjang. Tak sedikit calon-calon guru yang terhenti di pertengahan jalan.
“Jadi pendidikan calon guru penggerak ini berlangsung selama sembilan bulan dan lokakarya hari ini ialah perjalanan yang ke 7 bulan. Mudah-mudahan sebanyak 100 orang Calon Guru Penggerak di Kabupaten Sukabumi akan bertahan sampai dua bulan kedepan,” harapnya.
Lanjut dr Ana, guru penggerak tersebut kedepan akan diproyeksikan menjadi pemimpin disatuan pendidikan dan komunitas belajar baik disekolah maupun disekitar sekolahnya.
Maka apapun program-program yang dikerjakan haruslah berorientasi dan berpihak kepada murid sebagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara.
Sementara Bupati Sukabumi menambahkan, menjadi seorang guru penggerak harus menjadi leader yang tangguh dan profesional baik secara pendidikan maupun secara pengalaman.


























